KENANGAN

Aku malu untuk mengakui ini, bahwa kenyataan-nya aku tidak bisa lari dari kenangan-mu. Kenangan yang dulu pernah kita lalui bersama.

Masih ingatkah kau? Dulu kita sering menghabiskan waktu bersama, dibawah teriknya matahari.

Aku tahu, mungkin kini kau telah bahagia bersama seseorang yang telah lama kau impikan.
Berjuta liter tangisan di pipiku, takkan bisa merubah keputusan-mu, untuk meninggalkanku.

Aku sadar, selama ini upaya-ku untuk membahagiakan-mu selalu terlihat salah di mata-mu.
Tapi pernahkah, sedikitpun kamu menghargaiku?

Semoga saja pada akhirnya nanti, Tuhan akan mempertemukanmu dengan orang yang tepat.

0 komentar: